Murtad- Goenawan Mohamad
Saya tak akan berpindah agama – dan dengan demikian sebenarnya saya
memilih agama saya sekarang. Tapi saya sedih benar mendengar cerita
orang yang dilarang memilih agama yang ingin dianutnya. Saya sedih
mendengar kisah Revathi Massosai.
Perempuan Malaysia ini, yang sudah menikah dan beranak satu, lahir
dari ayah ibu yang beragama Hindu tapi kemudian berpindah jadi
Muslim. Dari pasangan ini ia mendapatkan nama Muslim. Tapi ia
dibesarkan oleh neneknya, seorang Hindu, dan Revathi memilih
mengikuti agama sang nenek. Di Malaysia, ini jadi masalah. Di negeri
itu, orang yang berayah Muslim harus jadi seorang Muslim. Dan
sebagai Muslimah, Revathi dilarang berpindah agama atau menikah
dengan seorang yang tak seiman. Ia dilarang murtad.
Tapi di tahun 2004 Revathi kawin dengan seorang pria Hindu. Pasangan
ini mendapatkan seorang anak perempuan.
Januari yang lalu ia datang ke mahkamah pengadilan agar secara resmi
ia disebut sebagai seorang Hindu. Bukan saja usahanya gagal; ia
malah ditahan para petugas. Ia dimasukkan ke “pusat pemulihan
akidah”. Dia ditahan sampai enam bulan. Tujuan para pejabat syariah
Islam ialah untuk menjaganya agar ia tetap berada “di jalan yang
benar” – tentu saja “jalan yang benar” menurut para pemegang
otoritas iman di Malaysia.
Selama enam bulan dikungkung itu, ia harus mengenakan jilbab,
menegakkan salat, dan lain-lain. Yang kemudian diceritakannya kepada
dunia ialah bahwa juga kepadanya disajikan daging sapi-sesuatu yang
bagi orang Hindu merupakan pelanggaran.
Pengakuan itu agaknya menimbulkan suara marah dari kalangan Hindu di
Malaysia, dan para advokat pembela penguasa syariah di Negara Bagian
Malaka itu pun buru-buru menjelaskan bahwa apa yang dikatakan
Revathi tak benar. Mereka yakin, demikian dikutip BBC, bahwa
perempuan itu masih bisa dibujuk untuk tetap tak meninggalkan Islam.
Revathi membantah.
Saya tak tahu, apa yang akan didapat para penguasa syariah Islam di
Malaka itu sebenarnya: seorang Muslimah yang selamat rohnya dari api
neraka, atau jumlah penganut Islam yang tak berkurang, atau seorang
yang hanya pura-pura saja beriman kepada Allah tapi hatinya
menderita dan tak ikhlas.
Saya tak tahu bagaimana orang-orang yang berkuasa di peradilan
syariah itu menafsirkan kearifan terkenal Quran, bahwa “tak ada
paksaan dalam agama”.
Saya juga tak tahu pasti adakah segala usaha mencegah seorang dewasa
memilih agamanya sendiri itu merupakan bagian dari politik waswas
yang merundung Malaysia- yang menyebabkan soal identitas “Islam”
dipertautkan tetap dengan identitas “Melayu”, hingga agama bukan
lagi diyakini karena kesadaran, melainkan dipegang karena faktor
genetik. Saya orang Indonesia, yang dengan agak bangga bisa
mengatakan, di negeri ini keislaman tak secara otomatis dikaitkan
dengan ras. Iman bukanlah sesuatu yang otomatis. Agama adalah akal,
kata Nabi. Akal mengimplikasikan kemerdekaan berpikir dan memilih.
Memang harus saya katakan, saya seorang Muslim karena orang tua
saya. Tapi saya sebenarnya bebas untuk tak mengikuti garis itu-
sebagaimana orang-orang Arab dulu bebas untuk tak mengikuti
kepercayaan nenek moyang mereka dan memutuskan untuk mengikuti Rasul
Tuhan, dengan risiko dimusuhi keluarga sendiri dan masyarakat
sekitarnya.
Memang harus saya katakan, saya memilih tetap dalam agama saya
sekarang bukan karena saya anggap agama itu paling bagus. Saya tak
berpindah ke agama lain karena saya tahu dalam agama saya ada
kebaikan seperti dalam agama lain, dan dalam agama lain ada
keburukan yang ada dalam agama saya. Sejarah agama-agama senantiasa
terdiri atas bab-bab yang paling represif dan buas, tapi juga pasase
yang paling mulia dan memberikan harapan. Agama menyumbangkan kepada
kehidupan manusia secercah kesadaran, betapapun mustahilnya keadilan
akan datang, nilai itu – dan segala sifat Allah – tetap memberi
inspirasi. Agaknya itulah yang berada dalam inti iman.
Maka pada akhirnya yang penting bukanlah apa agama yang saya pilih
dan Revathi pilih, melainkan bagaimana seseorang tetap berada dalam
inti iman itu – bagaimana ia hidup dan bertindak.
Dalam inti iman, Tuhan tak dipersoalkan lagi. Bahkan seorang murtad
tak bisa menggugat – sebagaimana tokoh Lazaro yang murtad tak bisa
untuk tak merasa dekat dengan Don Manuel, pastor di kota kecil
Spanyol dalam novel Migel de Unamuno, Saint Manuel Bueno, Sang
Martir.
Saya teringat akan tokoh novel itu, sebab Don Manuel adalah seorang
penolong, penyabar dan – menurut sang pencerita – suka
mendahulukan “mereka yang paling malang, dan terutama mereka yang
membangkang”
. Tapi ia juga padri dengan mata sedih. Pandangannya
meredup ketika ia mengatakan kepada seorang anak bahwa orang harus
percaya kepada Neraka.
Bahkan Lazaro, yang meninggalkan iman Kristennya, menghormatinya dan
jadi pembantunya. Berdua mereka merawat yang sakit, menemani yang
kesepian, memberi makan yang lapar, menghibur yang berduka.
Pastor itu tak meminta Lazaro tetap jadi seorang Kristen. Ia hanya
minta agar pemuda itu “berpura-pura percaya”, meskipun tetap tak
beriman, sekadar agar tak membuat heboh penduduk kota kecil itu. Don
Manuel tak mendesakkan kebenaran, sebab kebenaran, seperti pernah
dikatakannya kepada Lazaro, “mungkin sesuatu yang begitu tak
tertanggungkan, begitu mengerikan, begitu mematikan, hingga orang-
orang biasa tak dapat hidup dengan itu”.
Ia sendiri mungkin tak percaya akan neraka; ia bersedih bila Tuhan
membalas dendam. Tapi ia tak hendak meninggalkan agamanya,
sebagaimana ia membiarkan Lazaro murtad. Pada saat yang sama,
seluruh laku hidupnya menunjukkan bahwa harapan bisa terjadi -
harapan sebagai bayang-bayang Tuhan yang hadir dalam tiap perbuatan
baik dan ikhlas bagi mereka yang luka dan diabaikan.
Catatan Pinggir | Tempo, 29 Juli 2007















kepada goenawan mohamed
anda berfikir secara betul.dan semuanya betul. tapi hanya mengikut hukum akal dan logik sahaja.
berbicara tentang ALLAH tidak semudah itu.anda harus berfikir lebih dari biasa.sesungguhnya kita tidak tahu apa yang ada didepan kita dan apa yang kita lalui.tidak semestinya mengikut sedap dan keseronokan hati saja. ia bukan seperti didalam novel dan sinetron bikinan manusia.
di dalam hukum ISLAM atau HUDUD, terdapat hukuman potong tangan. kalau mengikut kepala anda, apa guna potong tangan dan baik suruh saja mereka berkerja secara paksa. ALLAH tidak memerlukan semua itu kerana semua ini dari ALLAH. ALLAH hanya mahu hati supaya menyerah kepadaNYA bulat-bulat.menolak dan melawan semua godaan buruk didalam hati kita dan itu memang amat sukar dan menyakitkan.
tiada paksaan dalam agama. ini hanya untuk yang belum masuk islam saja. sama saja saya tidak perlu mengikut undang2 indonesia kerana saya berada di malaysia. akan tetapi jika ingin masuk ke indonesia saya harus mematuhi undang2 indonesia.tapi untuk berbicara tentang ISLAM , ia lebih rumit lagi bagi mereka yang tidak faham.
ia umpama mendidik anak yang baru remaja atau abg ( anak baru gede ),sebagai orang tua tentu amat sukar untuk mendidik, membentuk dan melarang mereka dan ini sudah tentu menimbulkan ketidakseronokan di dalam hati mereka.tapi sebagai orang tua kita terpaksa terus melakukan ini hanya untuk memastikan mereka selamat dan mendapat jalan yang betul. begitu jugalah didalam didikan agama.
itu saja.
bila berbicara tentang agama, takut untuk saya keluarkan kata. Apa lagi isu murtad. Saya seorang muslim. Agama saya Islam. Tahu murtad itu besar dosanya.
Saya tidak persoalkan kenapa Allah larang itu dan menyuruh begini. bagi saya itu adalah suruhan dan wajib bagi saya melakukannya. Allah Maha Mengetahui.
saya terbau SECULAR
~oh indon rupanya patut la
ya benar tidak ada paksaan dalam beragama..tidak dinafikan..haram bg umat Islam memaksa orang lain memeluk agama kita secara paksaan..
akan tetapi bila sudah memasukinya kita harus taat dan tidak boleh ditinggalkan agama itu jika difikirkan tidak sesuai dengan tatacara hidup kita..
Islam agama yang agung walaupun ada segelintir penganutnya tidak mematuhi segala arahannya seperti berbuat sesama insan, menjaga kebersihan, memelihara keamanan dll. yang menyebabkan mualaf atau saudara baru yang memeluk menjadi tawar hati dan memilih untuk keluar semula. Ya saya tidak nafikan punca sebahagian orang mualaf yang kluar Islam kerna sikap umat itu sendiri.
menjadi tanggungjawap setiap umat untuk menjadi pejuang agama (dan sudah pastinya bukan menjadi pengganas seperti ada sahabat-sahabat saya yang pabila sebut sahaja pejuang terus dicop sebagai pengganas) untuk menerangkan agama ini sebaiknya dan memberi contoh yang baik.
buat saudara gunawan saya bukanlah insan yang berfalsafah dan membaca karya-karya barat dan intelek akan tetapi saya patuh kepada Al-Quran dan Hadis (ya ada juga teman-teman saya mengatakan macammana mau tahu hadis itu wujud ke tak) dan memegang aqidah bermanhajkan salafussoleh. Karya agung yang saya baca ya mungkin tidak sehebat saudara. Siapalah Ibnu Taimiyah, siapalah Imam Nawawi, siapalah Albani, siapalah Wahbah al-Zuhaili, siapalah Dr Abdullah Yassin, siapalah mereka ini jika nak dibandingkan dengan mereka yang berfalsafah tinggi.
Tapi bagi saya isu murtad ini jika mahu dibincangkan elok saudara membaca dari sudut Al-Quran dan hadis. Saya tidak mahu membicarakan soal hukuman tapi saya mahu saudara cari betapa banyaknya surah di dalam Al-Quran sahaja yang mengeji perbuatan ini (hadis dari Rasulullah s.a.w bukan sahaja mengeji malah menerangkan hukuman).
Ya para pengomen boleh kata saya konservatif tapi saya tidak rela melihat anak saya, keturunan saya meninggalkan agama suci ini. Islam tidak menolak kebebasan beragama tapi menolak perbuatan golongan ar-riddah atau murtad..
tapi buat muslim ku sekalian, kalau ada golongan ini yang keluar dari agama kita, ingat jangan mudah menjatuhkan hukuman, cari kesilapan kita, cari mereka dan tanya kenapa dia tidak suka agama kita.
maaf jika tulisan dan komen ini agak berterabur dari sudut bahasanya..tapi as a muslim saya menolak keras perbuatan murtad tapi saya jugak tidak menolak punca gejala murtad bg saudara baru ini tidak mustahil berpunca daripada kita.
saya menyokong kebebasan tapi kebebasan bagi saya biarlah berlandas Al-Quran dan Sunnah Rasulullah s.a.w, para keluarganya, para sahabatnya.
Maaf sekali lagi, saya bukanlah penyokong kebebasan secara total, kebebasan mengikut agamaku.
jangan persoalkan hukum
tetapi persoal setinggi mana iman diri sendiri
menulis jangan sebarang
anda indon, kami malaysia.
sekurang-kurangnya kami tak menghalalkan perkahwinan yg berbeza agama dan tinggal serumah seperti yg diajar oleh pancasila
pigidah
Saya pernah baca artikle ini kat KLPOS baru baru ini.Saya dengan ini ingin membawa artikle ini buat perhatian anda semua demi menjana debat yang lebih terbuka dan menyeluruh. Saya bukan penyokong mana mana parti politik tapi hanya seorang yang cintakan keadilan.Pendapat saya hanya satu.Islam itu keadilan.
Perhatian:Artikle ini mungkin ditulis oleh orang UMNO tapi biralah kita dengar hujah kesemua pihak tanpa apa apa sentiment politik dan tanpa diskriminasi.
Pas Punca Masalah Murtad di Malaysia!!
Adalah mudah untuk menyalahkan kerajaan BN atas phenomena murtad yang dihebohkan. Angka sebenar tidak dapat dipastikan, tetapi yang diwar-warkan oleh PAS ialah ribuan, dan PAS seolah-olah bangga dengan angka yang mereka perbesarkan. Tujuannya ialah mencari kesalahan dan menghentam kerajaan.
Sebenarnya PAS lah puncanya anak-anak melayu ini melarikan diri dari islam. Tindaktanduk pas telah membuatkan mereka “takut” mendekati islam kerana penggunaan islam di dalam nama pas menampakkan seolah-olah pas membawa imej islam. Imej itu telah “diseramkan” oleh pas sehingga perlakuan yang tidak wajar seperti mencarut, aggresive adalah synonym dalam tindak tanduknya politiknya seperti mengkafirkan orng-orang UMNO sendiri.
Anak-anak muda melayu yang kurang pegangan agamanya berasa keliru, akan penonjolan imej islam yang dibawa pas. Dengan pujukan dari rakan-rakan bukan islam mereka, yang mengambil kesempatan menunjukan kelemahan imej ini. Mereka berkata ” inikah agama yang nak kamu anuti? agama yang berperang sesama islam? agama yang banyak pantang larang dan hukum hakamnya? Tengok kami agama kristian, Kami tidak pernah bergaduh sesama sendiri dan tidak ada banyak sekatannya. ” Mereka yang lemah imannya ini akan mudah terpengaruh, apatah lagi jika disogok dengan kemewahan.
Pas sebagai parti politik yang bercakap memartabatkan islam ( retorik saja ) tidak pernah, ada program dakwah, untuk menarik orang-orang bukan islam memeluk islam. Allahyarham TAR semasa hayatnya, ( walaupun dikatakan berminat dengan lumba kuda ) telah mengislam beribu-ribu bukan islam melalui PERKIM. Beliau juga adalah antara pengasas OIC. Apa sumbangan PAS selain dari memecahbelahkan masyarakat dan menakutkan rakyat dari mendekati islam, selain mempolitikan agama.
PAS perlu sedar yang merekalah punca utama phenomena murtad di kalangan orang melayu terjadi, dan mereka perlu segera balik kepangkal jalan. Jika tidak PAS perlulah diHARAMKAN kerena keujudannya memberi lebih mudarat dari kebaikan kepada bangsa,agama dan negara.
“tiada paksaan dalam Islam” tidak boleh ditafsir menggunakan akal & logik tetapi melalui hadis & Al-Quran. Samalah seperti satu golongan di Malaysia dahulu yg mengatakan wanita Islam tak wajib bertudung kerana “tiada paksaan dalam Islam” ternyata golongan ini tak tau apa sebenar yg mereka cakapkan.
X yah tanyer sebab itu dan ini. Ikut je. Dah pandai sangat ke nak persoal hukum Allah? Ko saper? Allah tu Pencipta tau! Orang kafir pun tau. Jangan, jangan dan jangan! Kalo nak slamat la..
Sungguhpun apabila memasuki Islam baru di kenakan paksaan di atas amalan amalannya, itu pun masih banyak ruang ruang kebebasan bolih di gunakan.Sebab itu didalam islam di adakan hukum Wajib,sunat dan Makruh.Contohnya Kalau di lihat pada luaran dalam Solat itu banyak perkara harus di lakukan.Pada hal yang sebenarnya perkara yang wajib di lakukan untuk mengesahkan solat itu hanyalah:niat solat itu sebelum takbir ratulehram,bacaan Alfatihah,dan bacaan pada penghujungnya,Attahiiyat.Bacaan lain lain dalam rukuk,sujuj dan lain hanyalah sunat sahaja.Betullah solat itu ringkas sahaja dan mengambil masa sedikit sahaja dalam satu hari.
Islam tak memaksa..tapi sudah ada hukum akan orang yang ingkar..Kamu ingkar terima balasan..
Sama juga seperti hukum manusia, kamu mencuri, kamu akan dihukum…
Hati hati saudara yg seiman.anda pasti akan memahami apa yg dikatakan gunawan mohammad.dia sesungguhnya ingin mengatakan.agama itu semuanya sama.dimana ia mengatakan.memangharus saya katakansaya memilih tetap dalam agama sayasekarang,bukan karenasaya anggap agama itu paling bagus(maksudnya.agama islam itu paling bagus)saya tak berpindah agama lain karena saya tahu agama saya, ada kebaikan seperti agama lain. dan lebih malangnya lagi gunawan mengatakan.dan islam itu keburukannya macam agama lain juga.saudara pelu ketahui. gunawan itu seorang wartawan senior indonesia.dan ia berpahaman islam liberal atau lebih kurang islam hadhari
Islam liberal ye. Kenapa pula lebih kurang Islam Had Hari? Marah Pak Lah nanti. Hehe.
Dalam banyak hal, saya amat menyutujui ramai kalangan komen yang telah diberikan dihalaman ini.
Jika anda ziarahi Indonesia itu sendiri, masyarakat mereka telah “confused” dengan peranan agama itu sendiri hasil dari “Pancasila”, ia itu kebebasan beragama. Mereka mempercayai masyarakat wajar memiliki pegangan agama sebagai hanya satu kaedah agar “agama” itu sendirinya mengawal mereka berbuat perkara yang bersalahan. Makanya Menteri bagi Jabatan Agama itu sendiri tidak semestinya dari kalangan orang islam, asalkan Pak Menteri ini tahu mentadbir semua agama yang duduk dibawah tadbir Jabatan Agama Indonesia.
Gejala kebenaran memilih apa saja agama inilah, menjadi sabuah keluarga di Indonesia keseluruhannya membenarkan apa saja agama anggota keluarga mereka anuti. Sebagai contoh Breory Marantika pernah berkahwin dengan Anita, Jamal Mirdad pernah berkahwin dengan Linda Kondou dan banyak lagi.. tanpa bertukar agama! Disinilah banyak pertikaian, kononnya MURTAD isu kecil.
Saya melihat walaupun gejala islam diletakan di Jabatan Agama Islam, sudah cukup bagi memenjarakan islam dilihat setaraf Jabatan Haiwan, Perikanan, Galian dan lain-lain jabatan, lebih teruk lagi jika Jabatan Agama yang Islam nya duduk setaraf dengan lain-lain agama seperti Hindu dan Kristian.. cuma lawatan saya beberapa kali ke Indonesia tidak bertanya kewujudan Yahudi atau Ayah Pin!
Sabda Junjungan Besar, Nabi Muhammad s.a.w, “Aku tinggalkan kamu dua perkara, apabila kamu berpegang teguh kepadanya, kamu tidak akan SESAT selama lamanya”.
Dan selaras itu Allah s.w.t menyatakan, “Dikalangan mereka UMAT MANUSIA, ada yang MENYATAKAN ‘Aku percaya kepada Allah dan percaya kepada hari akhirat’, PADAHAL SESUNGGUHNYA MEREKA itu tidak beriman”. (Bahasa mudah, ‘Jika dikatakan TIDAK CANTIK, maka samalah dengan HODOH’. jika tidak beriman… kafirlah)
Wallahu.. maaf zahir dan batin.
100% komen penganut Islam Liberal.
Sumber rujukan nya juga dr kisah padri.
Saya hanya mampu membaca… tetapi di hati hny mampu beristighfar.
Selepas membaca artikel ini tadi, saya terus menelefon teman saya di Indonesia.
Apa yg beliau beritahu, “walaupun seorang Islam itu sudah menganut agama lain (murtad),
status agama dlm Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya tetap “ISLAM”.
So, seolah2 maklumat ini sama dgn apa yg dilaksanakan di Malaysia.
Harap kawan2 yg lain boleh tanyakan benda yg sama kepada teman2 Indonesia anda.
SMS to Sir Muhammad Iqbal
By: Prof Muhammad Kamal Hassan
O Iqbal!
The spring of 2002 beckoned my soul and body;
to witness the Muslim remains of Alhambra, Cordova and Sevilla,
to retrace your noble steps and feel the vibrations of your ectasy,
to feast my aging vision on the haunting grandeur of Alhambra and relish the marchless beauty of Moorish art…
I glided through the cold ruins,
searching for the secrets of the humiliating downfall of Al-Andalus…
The flowing fountains of Jannat’ul-Arif (Generalife) continue to narrate the melancholy of Muslim follies…
How, they succumbed to the same diseases which brought down the mighty Roman Empire
They wrote all over Al-Andalus “La-Ghaliba Illa’Llah”
(There is no vanquisher except Allah)
but they began to worship the mata ad-dunya (pleasures of the world)
and traded their souls for gold, glory, women and wine,
only to end like stray donkeys,
kicked around by the boots Ferdinand and Isabella
Today, pigeons nestle and make love in the ruins,
their droppings strewn all over the walls,
Western tourists pour out buses and planes,
frolicking in romance, obliterating all pains
while Muslim architectural glory continues to boost the coffers of Catholic Spain
I stood, O Iqbal,
on the hill of Alhambra,
“a stranger, gazing at things gone by, dreams of another age”.
O Iqbal!
Your dreams of Islamic renaissance are in tatters,
In your time the tyrant was Frankish colonization,
Today the Slave Master dons the cloak of globalization,
Piercing through the iron curtain, the bamboo curtain, the sahara and the tropical jungles carrying a civilization of McDonalds, KFC’s and Coca Colas,
While eight hundred million people languish in famine and squalor,
You predicted the collapse of godless and materialistic Europe,
But today she is more united and mightier than the Muslim world.
Today, O Iqbal!
The West is supreme and capitalism triumphantly arrogant,
Islam is the new enemy; in your time it was Bolshevism,
and today every Muslim is a potential terrorist,
You are either with the West or you are against it.
If you conform, the Slave Master’s mercy will descend upon you,
offering bread and dust and blankets
(lest you shiver in the thinderstorm of the New Alliance rage)
Today Musulman is languishing
in the trap of the New World Disorder,
a New Slavery in a Boardless Prison.
O Iqbal!
I wish you have heard the guns of Israel,
the cries from Deir Yassin, Shabra, Shatilla and Jenin,
the savage rimblings of Sharon’s tanks,
the merciless bull-dozers tearing into Palestinians homes,
the explosions of teenage suicide bombers,
the ruthless retaliations of Zionist terrorism
(no, no, no, you cannot call it a terrorist state!)
O Iqbal!
You would weep if you know that Pakistan is now bleeding,
Kashmir is bleeding, Chechnya is bleeding, Moroland is bleeding,
And Acheh is bleeding!
And Indian Muslims are burned alive!
A Muslim holocaust is in the making!
Do you know that you cannot call the Slave Master and his friends terrorists?
Only the victims who fight back are terrorists,
Never mind if the Zionist media terrorizes truth or Palestinians or Muslims.
Do you know that
Those who preach pluralism cannot give space to the Din of Islam?
Those who preach democracy in Europe cannot accomodate it in Indonesia, Algeria and Turkey lest would be liberated.
O Iqbal!
Do you know that Islam is to be tolerated by the New Slave Master only if it is Protestantized, Liberalized, Secularized or Westernized?
Only if it is confined to the mosque, to mysticism,
Only if it preaches that all religions are the same.
O Iqbal!
Have you heard what George Tenet said other day:
“The United States is mightier than the Roman Empire and Israel is our friend.”
If you want “peace” you have to lick our shoes,
or else you will be terrorized in the name of peace,
Or else, we will send the thugs and robbers to loot your banks
And they blame you
for “lack of transparency” and “poor corporate governance”.
O Iqbal!
Sixty four years after you returned to the mercy of Ar-Rahman
The world of the Musulman is still in disarray
As beggars, we wait for crumbs to fall from the Slave Master’s plate
Like hungry wolves, we bark and bite one another and plunge at one another’s throat in the name of Jihad
Killing more of our kind than the real enemy,
Kafirizing more than we can Islamize,
Monopolizing the Paradise of Al-Rahman to one’s own Jama’ah
While the Slave Master and his friends rejoice at the Muslim tragedy,acting their script.
O Iqbal!
Don’t turn in your grave if I tell you
that the Muslim world is the champion today in corruption and illiteracy
Or, that our rulers are among the smartest in deceiving the masses,
Having mastered the art from Machiavelli’s Prince.
Or, that some of our elites are the greatest drinkers of the wine of Kafirun,
intoxicated, they try to sell cheap versions of it in their stores,
beguiling the local youth as they deconstruct the blessed Zam-Zam to make it taste like beer and wine,
and succeeding in making the young worship celebrities as divine.
Or, that the Muslim Malay community excels in fitnah menfitnah
pouring the poison of hatred where love once stood.
O Iqbal!
Where is the ishq that used to drive you to divine ecstasy?
Where is the nur that illumines the heart and obliterates man’s egoism?
Where is the mahabbah and rahmah that forge the bonds of love and salam?
Where is the hidayah taht destroys insincerity, hypocrisy and greed?
Where is the ‘ilm that elevates the soul to its True Master?
Where is the taqwa that imbues thought and action with righteosness?
Where is the bal-i-jibrail that will deliver us from this earthly misery?…
Can the Khairu Ummatin ever emerge from robots, rubbles and bubbles?
O Iqbal!
Behind this veil of melancholy, I see an array of hope,
In the places of today’s Pharaoh, many Moses are being born,
Out of the gospel of Trinity into the glad of Tawhid,
Among the ruins of Cordoba, I met Sister Tamara,
a blend of the tulip of the Occident and the rose of the Orient.
Many more Tamaras are blossoming
in the wasteland of modernity and post-modernism,
lighting candles in the dungeons and hedonism.
Many more Bilals are growing up in Harlem
to proclaim the rise of Isa, son if Maryam.
From the minarets of New York, London and Paris,
He will preach the true meaning of “La ilaha illa’Llah, Muhammad Rasulu’Llah”.
Yes, O Iqbal, the sun will rise the West
As Musa (alaihi’s s-salam) rose in the palace of Firaun.
Muhammad Kamal Hassan
I.I.U.M. Gombak, 3rd July 2002.
Assaghfirullah !
Kenapa anda (penulis rencana) begitu pandangan anda terhadap Islam ? Adakah anda seorang muslim sejati atau muslim munafiq ? Di dalam Islam tiada sebarang keburukan semaada dari segi akidah,syariat atau pun akhlaknya. Yang buruk bukannya ISLAM tapi penganutnya2 yang tidak benar2 beriman yang mencampur-adukkan yang hak dan yang batil. Saudara saya rasa bukan ISLAM sejati tapi Bersifat munafiq. Jika sesiapa diantara orang Islam yang mengatakan ada kelemahan dan kekurangan dalam agama islam (agama ALLAH s.w.t) maka dia MURTAD terkeluar dari agama Islam.Ini kerana secara langsung atau tak langsung dia telah menuduh dan berangpapan ALLAH s.w.t itu lemah hingga agama yang diwahyukannya ada kelemahan dan kjekurangan.Sesungguhnya ALLAH s.w.t mahasuci dari sebarang sifat kekurangan.
Jika anda adalah seorang Islam maka bertaubatlah segera, jika anda seorang munafiq memang layaklah tempat anda di kerak neraka. Anda cuba nak menyesatkan orang lain.
Sebab itulah Di Indonesia merasakan semua agama itu(termasuk islam) sama shj, siapa yang berkata demikian dia telah murtad.Sesungguhnya hanya islam yang benar yang datang dari ALLAh , agama yang lain adalah agama rekaan manusia dan iblis yang terlaknat SESAT LAGI MENYESATKAN.
Abang Amin, sekarang pahamlah kamu mentaliti orang melayu muslim di malaysia. Sukar nak ni pahamkan mereka ini. Mereka hanya tengok diri sendiri, agama sendiri, bangsa sendiri and negara sendiri. Pada pandandan mereka, orang yang tidak menganuti islam tu, klas kedua. sepertilah kasta-kasta (caste) orang india. Dalam pahaman mereka, ada bezanya layanan and hukum dalam islam untuk orang muslim dan kafir. Mereka mesti berkelakuan adil kepada muslimin/mat, tetapi tidak semestinya kepada kafir.
Usah kamu nak beritahu dia orang yang revathi tu tidak memilih islam. usah kamu nak menjelaskan yang keluarganya dipisahkan, usah kamu minta kewarasan pemikiran, usah…
grand mufti di eygpt tu pun dah katakan yang murtad dibenarkan dalam islam…
sememangnya mereka telah dicuci otak sejak dari kecil lagi – agama lain inferior, bangsa lain inferior, bangsa lain takde moral, bangsa lain masuk neraka…..padahal apa yang kita lihat, melayu banyak merogol anak sendiri, yang melayu banyak korupsi, yang melayu paling ingin dapatkan benda secara haram, peratus penceraian paling tinggi di kalangan orang melayu, apa lagi?
sebenarnya, kita patut memberi simpati kepada orang seperti mereka, sebab mereka sememangnya diperalatkan, digunakan sebagai peluru politik….tapi yang paling sedih ialah, agama Islam digunakan untuk memperalatkan orang muda di malaysia…
saya bukannya menghina islam, and bukannya menghina orang melayu. Tapi segala yang saya tulis ni adalah berdasarkan kenyataan.
I would like to offer my apologies to the reader of the comment above. When I was writing the comment, I was pretty emotional. My apologies are NOT for the issue that I have mentioned. My apologies are for the manner I presented my fact.
When I refer to the term Malay, I hope to clarified that I DO NOT mean all Malay. I fully understand that there are many Malays out there that supported the views of Amin Iskandar. And there are many Malays out there that think differently (out of the box), people like Haris Ibrahim, Zainah Anwar, Malik Imtiaz Sawar, AHIRUDIN ATTAN, Mohd Zawi, Aisehman and many many more. Google these people and you can read their blog and their refreshing views.
I hope you guys will understand the fierce comment above was written after reading all the senseless comments which attacks the author of the article…instead of presenting alternative argument. I felt if the author statement is correct, whether you like it or not, you will have to agree to it. And alternatively, if you feel that he has erred in his argument, present your contrasting view.
Do not resort to attacking the author by questioning his faith, his nationality and morality. Of course, this advice is for my own consumption too. Again my apologies for my brashness.
Chicken Feet,fahamilah Islam sebelum mmelontarkan kata-kata.Islam diturunkan bukan untuk menyusah kan manusia,bahkan lebih menyenangkan lagi.Lihatlah apa yang telah terjadi kepada Indonesia..tsunami,kemiskinan,dan bencana alam yang lainnya,ini kerana adanya orang2 seperti penulis blog yang mengaku lebih Islam dr Islam ini.Xkan nak tunggu malaysia terima kemurkaan tuhan kot baru nak sedar…
Jika anda ingin melihat islam,jangan hanya memandang pd Melayu shj,jgn juga Melayu di jadikan ukuran kerana Melayu sekarang ni pun dah banyak y hanya Islam pada nama.oppsss..
Islam tidak pernah meletakkan siapa yang lebih mulia dikalangan kita dan sesekali mengharamkan kita memandang hina kepada orang yang bukan Islam.saya raser chicken feet boleh membezakan antara Melayu dengan Islam.
adakah anda raser melayu yang merogol anak sendiri,mencuri dan sebagainya ini adalah melayu yang betul2 mengikut ajaran Islam?xada agama kat dunia ni yang suka umatnyer wat benda salah.betul x???
comel, (ataupun jelita??), saya setuju dengan setengah setengah pandangan saudari. akan tetapi, saya rasa tidaklah adil saudari menyatakan yang tsunami yang berlaku di aceh adalah bala tuhan. cubalah pikirkan, kalaulah malapetaka ini berlaku di malaysia, apa pulak pandangan saudari? dahlah tak tolong masa bencana, lagi nak mencaci. sebagai hamba allah, apa yang telah kamu buat semasa berlakunya bencana itu? adalah sikit belas kasihan ya?
Contohnya, kalaulah orang tersayang comel dijangkiti kanser, ataupun mengalami accident, adakah itu bala tuhan? ataupun saudari mengangap itu dugaan tuhan? Adakah tuhan itu adil dengan hukumannya? kenapalah yang patut dihukum tidak dihukum dengan setimpalnya? salah siapa yang anak di afrika mati kebuluran? tidakkah tuhan mempunyai belas kasihan? kalaulah tuhan ini maha mengetahui, kenapalah dibiarkan anak yang berdosa itu kebuluran? bukankah yang dunia ini ciptaan allah? bukankah, segala benda didunia ini dibawah kuasa allah? kalau iya, kenapalah dunia ini semakin tidak sempurna? allah sebagai sesuatu entiti yang sempurna (perfect), kenapalah ciptaannya tidak? kenapalah cipta sesuatu yang ada kemungkinan jadi rosak? saya rasa ini merupakan satu topik yang besar, kalau nak dibincangkan. saya nak jemput saudari untuk membincangkan isu ini di pizza hut, bandar puteri…selepas merdeka.
“…..ni kerana adanya orang2 seperti penulis blog yang mengaku lebih Islam dr Islam ini….”
bila pulak yang penulis blog mengaku lebih islam dari islam? cuba berikan contoh sikit…
“….Jika anda ingin melihat islam,jangan hanya memandang pd Melayu shj,jgn juga Melayu di jadikan ukuran kerana Melayu sekarang ni pun dah banyak y hanya Islam pada nama.oppsss..”
benar sekali. tapi pernahkah comel memikirkan kenapalah kafir seperti saya ni sering kaitkan melayu dengan islam, dan islam dengan melayu? adakah kita nak tentang islam atau melayu? kalau iya, apakah penyebabnya? kalau benar terdapat banyak salah paham terhadap islam and melayu di malaysia, siapakah dalangnya? siapakah yang perlu bertanggung jawab atas hal ini? kenapa kita tiada masalah dengan agama buddha atau hindu? Ini merupakan persoalan dalam diri saya, bukannya kecaman ya…
“……Islam tidak pernah meletakkan siapa yang lebih mulia dikalangan kita dan sesekali mengharamkan kita memandang hina kepada orang yang bukan Islam.saya raser chicken feet boleh membezakan antara Melayu dengan Islam….”
Islam pernah atau tak pernah menghina, saya tak boleh komen, besar kemungkinan tidak. Tapi persoalan saya, pernahkah saudari membaca setiap muka surat al-quran dan setiap sunnah? Saya akan sangat sukacita sekiranya saudari, setelah habis membaca kedua-duanya dan memberitahu saya dengan penuh keyakinan. sekurang-kurangnya, bila kita nampak muslim yang berlaku tidak adil, bila kita mendengar khutbah yang menyatakan perbezaan layanan, kita boleh memperbetulkan mereka. Tapi kamu mesti yakin, kalau tidak, kita pasti kena sembelih.
Masalah sekarang kita sebagai kafir tidak tahu mana versi islam yang paling betul. Grand mufti di Egypt kata murtad dibenarkan, mufti di malaysia pula kata tidak. Al-quran yang sama tetapi berbagai interpretasi. Ada iman yang menyatakan kafir yang menentang islam boleh dibunuh and besar pahalanya, tapi ada pulak iman yang menyatakan perbuatan membunuh makluk ciptaaNya dosa besar…..so which is which? Kalau iman yang tiap tiap hari berdepan al-quran ada interpretasi berbeza, apalagi muslim biasa?
Ya, saya boleh membezakan antara melayu dengan islam, yang masalahnya orang melayu yang tak dapat membezakannya. masalah siapa sekarang?
saya tidak menyatakan yang islam ni diturunkan untuk menyusahkan manusia. yang saya katakan itu, manusia yang menyusahkan manusia yang lain dengan mengunakan agama islam sebagai alasan dan pelindungnya.
“…..adakah anda raser melayu yang merogol anak sendiri,mencuri dan sebagainya ini adalah melayu yang betul2 mengikut ajaran Islam?xada agama kat dunia ni yang suka umatnyer wat benda salah.betul x???…….”
YA………………..saya setuju dengan cik comel…
selamat pengantin baru ya….
Kepada Yth Kawan2 Moslem
Pak Gunawan Kenapa anda mnggunakan akal anda dan sifat Manusiawi saja tetapi anda tidak memikirkan Kenapa Tuhan menciptakan manusia sebagai khalifah, sudah tertulis di dalam Al-QURAN renungkan dan Hanya Dia yang berkehendak atas makhluk ciptaannya jangan mengatakan ajaran Islam itu buruk. Saya berharap anda harus paham kenapa Tuhan itu Maha Egois dan hanya Dia yang pantas atas ciptaan-Nya. Menurut saya anda jangan mengatasnamakan masayarakat Islam Indonesia dan saya tidak sepaham dengan anda. Karena pemahaman anda yang tentang Islam itu hanya bernalar baik menurut manusia saja dan sisi kemanusian tapi tidak pernah memikirkan Sang pemilik Hidup dan kehidupan ini yaitu Allah SWT.
Pikirkan dan renungkan kenapa Manusia itu ada.
Tuk kawan2 Malaysia tidak semua muslim Indo itu seperti Mr. Gunawan, dan janganlah memandang sesuatu itu dengan emosi dan hawa nafsu pandanglah semua ini dengan ilmu Allah SWT. Tidak ada paksaan dalam beragama, Kalau Allah berkehendak di jadikannya Manusia di bumi ini beriman tapi ingat Allah lebih tahu dari mahluk2 ciptaaNya. Dan kehidupan ini hanyalah permainan Allah, hanya Dia yang mengerti kenapa kita di ciptakan padahal kita sering menumpahkan darah. Mari sama-sama kita renungkan.
Semoga Allah memaafkan saya Amin
Wassalam.
udara yang kita sedut hari-hari itu ISLAM,air hujan yang turun membasahi bumi itu pun ISLAM.nak kata apa lagi.?
begitulah, kalau bukan iblis siapa jadi syetan, kalau bukan gunawan siapa jadi musuh islam?
sejak lama gun sudah merepotkan agama ini.
jadi kepada gun tobatlah kembalilah ke jalan benar. dihadapan masih ada rangkaian kehidupan yg berlapis2 dan panjang. kehidupan akhirat yg abadi tak ada akhir.
di hadapan ada alam bazra siapa yg menemani di sana? bukan teman2 kita lagi, bukan gedung, yayasan, tapi akhlak kita selama di dunia.
di depan masih ada padang mashar, di sana org berdiri 50.000 tahun. ada hishab, mizan dan jembatan shirat yg gelap diatas samudra neraka yg tak bertepi dan berdasar. apakah tidak takut menghadapi semua itu?
kalau bukan non islam yg disebut kafir lantas siapa yg disebut org kafir?
Memilih agama adalah hak azazi manusia. tidak seorangpun bisa memaksa, apalagi NEGARA.
HELLO UMAT KU… AKU ALLAH,TUHANMU.. AKU KAN MAHA SEGALANYA… JADI TERSERAH AKU DONK……..
andai aku jadi Tuhan….(namanya juga manusia suka asal.. maunya yang paling bener …tapi jangan lupa.. sutradaranya “DIA” bukan ….!?!!
SUBHAANALLAAH….ALLAHUAKBAR…
saya setuju dgn kamu semua tapi ada satu yg masih dalam kepala saya,mengapa islam itu banyak jin?jin jahat dan jin baik ,dua2 sama ,makhluk jahat yang sama.Jin jahat membawa org masuk ke neraka dgn cara jahat,jin baik membawa org ke neraka dgn cara baik,tujuan jin ini sama tapi mereka bukan berasal dari Allah.lawati answering-islam.org/Bahasa
oh..begitu ya…
sebaiknya kita kan tetap berpegang teguh pada keyakinan kita,,apapun kondisi yang mengancam
Btul semua jin sama g ad yg benar